Ditulis oleh kurtubi di/pada 20 Juni, 2008
Oleh: Muhamad Kurtubi
Antara pendidikan pesantren dan pendidikan non pesantren ada semacam polarisasi pada pembimbingnya. Hal inipun berpengaruh pada cara pandang juga dalam hal menjalani kehidupan selanjutnya baik oleh para santri maupun para murid-muridnya.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Celotehan, Dunia Pesantren, Modernisasi, Pendapat | yang berkaitan: buntet, FM, kyai kampung, kyai kampus, lillahi ta'ala, Pesantren, relai, Santri, ujian akhir nasional | 13 Komentar »
Ditulis oleh kurtubi di/pada 10 Juni, 2008
Siapa bilang Islam itu seperti yang dikenalkan oleh saudara-saudara dari FPI (Front Pembela Islam) dan para laksar di belakangnya. Islam yang “beraneka ragam” cara pandang ternyata ada satu jenis Islam yang menyejukkan. Salah satunya saya temukan dari posting kang Imam Brotoseno dan satu lagi dari kawan senior saya di situs buntetpesantren.org.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Dunia Pesantren, Kajian Kitab, Kultur, Modernisasi | yang berkaitan: agama, fiqh, FPI, islam damai, islam sejuk, laskar, mdernisasi, toleransi | 14 Komentar »
Ditulis oleh kurtubi di/pada 8 Juni, 2008
Lama tak jumpa, lama tak menyua, lama tak menyapa, lama tak berkata maaf. Kawan-kawan setelah saya datang ke tetanggaku saya jadi mencoba posting lagi. Inipun maaf jika tak berkenan dan terlalu panjang.
——————————
Oleh: Muhammad Kurtubi 
DI TENGAH perselisihan Aliansi Kebangsaan Untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB), Front Pembela Islam (FPI), dan Ahmadiyah kini hadir pesta spektakuler ERURO 2008. Lumayan bisa mengendorkan sedikit urat-urat syaraf ketegangan. Mata publik tertuju ke perhelatan akbar di Austria dan Switzerland dari 7 Juni hingga 29 Juni 2008.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Celotehan, Kultur, Pendapat, Peristiwa | yang berkaitan: bola, buntet, Euro 2008, goal, gool, olahraga, Pesantren, Santri, sepak bola, tradisi | 7 Komentar »
Ditulis oleh kurtubi di/pada 11 Februari, 2008

Bacalah! dengan nama Tuhanmu yang menciptakan… Wahyu pertama al quran surat al Alaq ini sifatnya umum, berlaku bagi siapa saja dan kalangan mana saja. Namun sepertinya kurang diminati oleh penduduk Indonesia pada umumnya yang mayoritas muslim.
Ironisnya diimani oleh bangsa-bangsa (negara) maju. Sebab di sini, tingkat minat baca berdasar penelitian di Jawa Barat baru-baru ini ada 1:45 (satu koran dibaca untuk 45 orang). Jauh di bawah Filipina dan Sri Lanka.
Dengan dua negara Asia saja negara kita masih kalah apalagi negara maju seperti USA dan Jepang. Memang ada korelasi antara minat baca dan kemajuan bangsa. Menurut sumber data dari media, di Jepang jumlah tiras koran yang dibaca mencapai 1 juta perhari sementara di Amerika 2.8 juta per hari. Tetapi Indonesia masih mending karena ada dua negara di bawah Indonesia yaitu Laos dan Kamboja.
Di Sri Lanka, minat baca masyarakat terhadap media cetak 1:38 dan Filipina 1:30.Idealnya,untuk ukuran penduduk Indonesia yang tergolong besar ini satu media cetak dibaca sepuluh orang atau 1:10 tapi kenyataanya 1:45. Pantas saja jika media massa di negara kita kurang menggembirakan.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Modernisasi, Nasionalisme, Pendapat, sastra | yang berkaitan: agama, Islam, kurtubi, Modernisasi, Pesantren, tulisan santribuntet, zaldeeho | 79 Komentar »
Ditulis oleh kurtubi di/pada 10 Februari, 2008
Sebulan sudah saya tidak berkumpul dengan tetangga maya (blogger). Sama seperti tetangga sebelah barat rumah saya yang tidak kelihatan sudah hampir berbulan-bulan. Padahal aslinya, tetangga sebelah barat itu masih tetap ada.
Rupanya memang demikianlah waktu dan ruang sangat menentukan kualitas dan kuantitas saling jumpa (silaturahmi). Termasuk di dalam menikmati sajian ide-ide segar dari teman-teman blogger semuanya, saya tidak menikmatinya. Hal ini semata-mata karena masalah ruang dan waktu.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Inspirasi | 27 Komentar »